2.3 unity

nonton film indonesia

Posted by: irrrr on: Mei 2, 2009

nonton film Indonesia

akhir2 ini lebih sering nonton film Indonesia ni di bioskop, 2 bulan terakhir aja udah nonton 3 judul.

pertamax : Lorong Rumah Sakit atau apaa gitu…
Ga niat nonton ni film, cuma gi jalan aja, pengen nyobain 21 Blok M Square yang waktu itu baru buka. Berhubung gw jalan ga sendirian, akhirnya gw kasih orang itu suruh milih deh… daaan… Lorong Rumah Sakit (doh) . yaudah deh, berhubung gw yang ngasih suruh dia milih, gw ikutin aja. Padahal mah selama nonton dia nya banyakan ga nonton, yang ada tutup mata terus2an. Gw ??? lumayan menikmati pemeran cewe nya yang lumayan cantik :mrgreen: . Trus filmnya ???? STD, standar banget (doh)

keduaxx : Romeo juliet
ni film emang gw niatin nonton, penasaran abisnya dengan Romeo Juliet yang diadaptasi dari novelnya Shakespeare ini, tapi dibuat dengan background dunia sepakbola Indonesia.
Ide cerita oke, pemerannya kebeneran sissy priscillia *love her*. Cerita filmnya.. hmm,, lumangyan sih, berlatar peperangan antara Viking dan The Jak yang udah mendarah daging. Suka gw ma filmnya :D
Walau filmnya nyaris penuh adegan kekerasan dan kata2 kasar, tapi ada yang unik, yaitu adanya gradasi warna atau apa ya namanya… jadi klo pas di jakarta warnanya cenderung orange, dan ketika setting di bandung warnanya cenderung biru gitu … keren :D

ketigaxx : Jamilah dan Sang Presiden
baru liat semalem nih… agak setengah niat nontonnya. Paginya rencana pengen liat X Men origins : Wolverine di 21 depan kantor. Siang ke sana setelah jumatan untuk ngantri tiket dulu, tapi ternyata penayangan jam 7 ke atas udah abis, padahal 2 studio loh…
Pulang ke kantor, gugling trus ada yang ngasih referensi buat liat Jamilah dan Sang Presiden. I have no idea about this one,, tapi kliatannya lain dari yang lain. Yaudah, sepulang kantor langsung mnuju Blok M square, beli tiket, trus muter2 ga jelas deh di pusat belanja baru itu, sendirian :D
Pas masuk bioskop gw kira bakalan sepi ni film, ehh ternyata banyak juga yang liat, setengah lebih terisi.
Filmnya?? awesome. Manstap lah pokoknya.
Bercerita tentang seorang WTS yang membunuh seorang menteri, ceritanya ngalir gitu aja sambil si tokoh ber flash back ria ke masa lalu nya. Asli nih film cerdas dan menyentuh banget. Tadinya gw rada merasa aneh dengan adegan2 di film, berasa janggal ketika pertama denger si tokoh wanita itu ngomong, omongannya cerdas dan jauh dari kesan perempuan penghibur yang biasanya kecerdasannya biasa2 aja *kebetulan gw gampang terkesan sama cwe yang smart :P * tapi keraguan itu terjawab di tengah2 film dengan diceritakannya si perempuan tersebut yang ternyata juga aktivis untuk LSM yang bergerak di anti human trafficking. Dan semua keraguan keraguan yang lain cukup terjelaskan lewat flashback2 yang digambarkan seiring cerita.
Gw apling tersentuh ketika film menggambarkan bagaimana sekelompok anak kecil itu dikeluarkan dari truk yang dikamuflase dengan membawa buah2an, lalu digiring ke dalam daerah kumuh di pinggiran rel kereta. Gw punya ade perempuan seumuran mereka *masih kecil kelas 5 SD* , gw ga bisa bayangin gimana klo ade gw sampe diperlakukan seperti itu, dijual, lalu dimanfaatkan untuk kepentingan mafia2 jalanan.

Cuma satu catatan gw di film ini. Nih film kan menyoroti tentang human trafficking, terutama eksploitasi perempuan dan perdagangan anak.Tapi ada satu scene dimana si tokoh perempuan ini, ketika berumur belasan tahun dan sudah mulai beranjak dewasa, dihukum diikat di bawah guyuran hujan malam2, sedangkan tubuh bagian atas hanya memakai kaos kutang *bukan BH loh yah, tapi kaos kutang/singlet* sampe2 tercetak jelas apa yang ada di dalamnya. Sayang aja sih, film yang menceritakan hal seperti ini malah menampilkan adegan ini. It’s oke kalo yang seperti itu pemeran dewasa, udah banyak terjadi yang seperti itu, dan mereka lebh bisa mengatasi di lingkungannya, apalagi artis kan interaksinya paling sesama artis dan relasi aja. Tapi itu masih anak kecil yang gw kira2 mungkin masih SD/SMP, apa dia ga malu nanti dengan temen2 sekolahnya yang –mungkin– ngeliat tuh film. Orang dewasa akan lebih mudah mengatasi hal ini ketimbang anak kecil.

Oiya, gara2 ni film, gw juga jadi pengen liat dua film lainnya. ‘Ketika Cinta Bertasbih’ yang di trailer kan sebelum film ni mulai, dan ‘Merah Putih’ yang muncul dari hasil gugling gw untuk film Jamilah dan Sang Presiden ini.

Semoga filmnya bagus, terutama untuk ‘Merah Putih’ , gw berharap banyak untuk film ini… Bravo Perfilman Indonesia :D

politik vs film horror indonesia

Posted by: irrrr on: April 1, 2009

sebenernya sih bukan versus yah, orang mau nulis tentang fenomena parpol2 setelah pemilu dan fenomena film2 horror indonesia *jadi … apa dong judulnya harusnya??*

pertama,bahas parpol dulu. eitss,, jangan apatis dulu, gw ga akan ngemengin dari segi politik ko, gw sendiri juga males. orang pemilu ini aja gatau deh mo milih apa ngga. Oke, back to topic nak… jadi, pada dah tau kan klo ada ketentuan di Indonesia, klo parpol yang perolehan suaranya dalam pemilu tidak melebihi electoral threshold *yang pemilu ini ditetapkan sebesar 3 persen* maka, parpol tersebut ga boleh lagi ikutan pemilu depannya lagi.

Nah, biasanya tuh, parpol2 yang ga lolos electoral threshold akan memilih untuk mengakali untuk mengganti namanya sehingga bisa ikut Pemilu berikutnya *yang belom tentu bisa menang juga* . Dan sayangnya –entah pertimbangan nama yang lama dah dikenal atau ga kreatif– nama barunya tuh ga jauh2 dari itu. Atau bisa juga, setelah Pemilu ada kader yang ga kebagian jabatan trus kabur dari partainya, mendirikan parpol baru yang –herannya– ga beda2 jauh dari partai lamanya yang mungkin banget masih eksis. Bahkan sampe se logo2nya.

Emang sih, dari beberapa parpol yang masuk kategori tersebut, ada juga yang sukses dengan nama dan logo barunya. Contoh paling nyatanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dulu bernama Partai Keadilan (PK) yang justru jadi besar setelah ga lolos electoral threshold di pemilu pertamanya di taun 1999. Cuma, lebih banyak yang sepertinya, di tiap ada acara yang namanya Pemilu jadi ajang ganti nama, padahal mah orangnya –lu lagi.. lu lagi– :mrgreen:

Udah lah cukup tentang Parpolnya, skarang kita cerita tentang film horror indonesia (including : sinetron indonesia). Ada pola yang mirip antara keduanya. Sama2 susah banget nyari nama –judul-- baru untuk filmnya. Ga kreatif gitu loh… Ada satuu aja film atau sinetron yang sukses, langsung produser2 film buru2 ngebuat film sejenis, dengan judul film yang beda2 tipis lah dari film yang sukses itu. jangan tanya jalan ceritanya, mirip!! cuma ganti pemeran sama jenis setannya doang. Ada Hantu ambulance, Pocong, Jelangkung, Terowongan Casablanca, Suster Ngesot, trus apalagi yah?? banyak banget. Malah ada yang judulnya mixing dari beberapa judul… Untung aja blom ada yang buat film horror judulnya “Pocong Ngesot”, klo sampe ada, wah.. ngeri gw. Takut tiba2 gedung2 bioskop di penuhi pocong2 yang demo karena merasa terzalimi. Mereka yang selama ini identik dengan setan lincah *jalannya loncat loncat* jadi setan ngesot. ‘Ga elit’ kata mereka mungkin. Atau bisa jadi hantu2 suster yang pada unjuk rasa karena merasa lahan nyari makan mereka direbut oleh pocong2 itu *who knows??* :mrgreen:

kesimpulan ngawur gw : politikus sama produser film2 horror sama2 ga kreatif :P :P

*dan dodolnya gw mau2nya nonton film kayak gitu* hahaha…..

Ah, udah ah ngemeng2nya. takut klo kepanjangan keburu di demo cacing dalem perut yang udah teriak2 minta makan. ciao…..

peace

Posted by: irrrr on: Februari 21, 2009

Indonesia itu negara yang damai, orang2nya pencinta damai.
karna sebagian besar warganya menganggap bahwa perdamaian itu indah. Bahkan ada sebuah lagu kasidahan yang kmudian dinyanyikan ulang oleh band GIGI, berjudul ‘perdamaian’ dengan syair yg pastinya dah pada familiar banget ….perdamaian perdamaian. banyak yg cinta damai, tapi perang makin ramai…..

dan bukti paling nyatanya mungkin bisa ditemui di jalan raya. ketika ada seorang pemakai jalan raya melanggar peraturan, sang polisi akan dengan senang hati menawarkan 2 opsi ’sidang atau damai?’ *tuh kan polisi aja cinta damai* :P
Dan sang bersalah pun kebanyakan akan memilih ‘damai’ daripada ’sidang’ yg identik dengan ‘perang’ argumen. *meski pd kenyataannya sidang tilang lantas itu ga ada adu argumen di dalamnya*

nahh… terbukti kan negara Indonesia itu pencinta damai, bukan negara teroris :mrgreen:

:D peace yoo….. :D

yang mampir....

  • 34,525 orang ngetok pintu

DJP blogger community

fesbuk

Ie Er Er's Facebook profile

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031