2.3 unity

selarik coretan ga jelas…

sudahkah anda lapor tahun ini ??

sebagai warga negara yang baik, tentunya kita mesti memenuhi kewajiban untuk membayar pajak. Pajak itu nantinya digunakan untuk membangun negara kita. Nah, selain membayar pajak, kita juga wajib melaporkan pajak kita setiap tahunnya ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat. Untuk kali ini, gw akan coba kasih gambaran gimana sih tata cara membayar dan melaporkan pajak kita, smoga dapat dipahami ya penjelasannya🙂

Kita-kita ini disebut sebagai wajib pajak Orang Pribadi, artinya bukan merupakan badan hukum, akan tetapi kita mewakili diri kita sendiri sebagai warga negara, lebih gampangnya kita singkat aja menjadi WP OP yah. Nah, kewajiban kita *terutama kita2 ini sebagai pegawai* dalam bidang perpajakan hanyalah menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) sekali dalam setahun, sedang untuk pembayarannya tidak perlu lagi kita lakukan karena sudah dipotong oleh perusahaan/lembaga tempat kita bekerja. Kecuali ada penghasilan tambahan lainnya yang belum dipotong oleh perusahaan atau pemberi kerja, wajib kita setor sendiri melalui bank.

Nah, untuk pelaporan SPT nya sendiri, kita menggunakan formulir yang dinamai Formulir 1770 secara umumnya. Formulir dengan kode ini digunakan oleh WP OP. Akan tetapi, Formulir SPT 1770 itu sendiri dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu : Form 1770, Form 1770S, serta Form 1770SS. Penjelasan sederhananya seperti ini, Huruf S di belakang kode form, adalah singkatan dari Sederhana dan Sangat Sederhana. Dibedakan seperti ini untuk memudahkan pengisian Formulir bagi WP OP yang akan melaporkan pajaknya. Trus, form yang dipake yang mana??? berikut penjelasannya.

Form 1770 digunakan oleh WP OP yang berstatus usahawan, artinya dia bukan semata2 karyawan dari suatu perusahaan, tetapi juga memiliki usaha/pekerjaan bebas lainnya. Ambil contoh misalkan dokter yang selain bekerja di Rumash Sakit juga membuka usaha praktek dokter di rumahnya, atau seorang wiraswastawan yang membuka usaha bengkel, perkebunan, dll.
Form 1770S dan 1770SS digunakan oleh WP OP yang semata-mata bekerja sebagai karyawan, yang membedakan penggunaan form nya adalah jumlah total penghasilannya dalam setahun. Apabila dalam satu tahun penghasilan totalnya (atau disebut penghasilan bruto) tidak lebih dari 60 juta rupiah, maka WP OP tersebut melaporkan menggunakan form 1770SS, sedangkan kalau penghasilan brutonya lebih dari 60 juta rupiah setahun, wajib menggunakan form 1770S. Perbedaan dari ketiga form ini adalah banyaknya isian yang mesti dilaporkan dalam SPT nya, 1770 lebih kompleks dan lebih rinci daripada 1770 S, dan begitu juga form 1770S terhadap form 1770SS.
Formulir-formulir ini mulai tahun ini tidak dikirimkan ke masing-masing WP seperti tahun sebelumnya, tetapi WP sendiri yang pro-aktif mengambilnya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat atau bisa juga mengunduhnya di website pajak

Dalam melaporkan SPT nya selain melaporkan SPT, WP OP wajib juga melampirkan bukti potong-bukti potong yang telah diterimanya dari pemberi kerja, sebagai pegawai tetap bisa berupa Bukti Potong 1721-A1 (untuk swasta) serta 1721-A2 (untuk PNS) dan Bukti Potong bulanan bagi Pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas.

Nah, itu penjelasan tentang formulirnya. Sekarang gimana sih cara lapornya ??? ribet atau ngga sih ??? hayuk coba kita lihat……
Pelaporan SPT ada beberapa cara, media pelaporannya pun macam-macam. Kita mulai dari medianya terlebih dahulu.

Form SPT sebagai sarana pelaporan pajak ada dua jenis : formulir manual (berupa fisik kertas) serta formulir elektronik (berupa aplikasi e-SPT). Kedua duanya bisa diambil di KPP terdekat atau diunduh di website pajak. Formulir manual bisa berupa hardcopy dalam bentuk kertas atau berupa softcopy dalam bentuk pdf. Sedang untuk e-SPT nya berupa aplikasi yang bisa diunduh serta di-install ke dalam komputer WP untuk kemudian digunakan untuk membentuk file pelaporan data SPT elektronik.

Cara pelaporannya pun untuk masing-masing jenis SPT bermacam-macam. Untuk SPT manual bisa dilaporkan langsung ke KPP maupun melalui pos tercatat. Sedang untuk e-SPT bisa dilaporkan dengan datang langsung ke KPP maupun melalui internet melalui jasa pihak ketiga (e-filing). Khusus untuk pelaporan menggunakan e-SPT maupun e-filing tetap wajib melampirkan Bukti Potong 1721-A1 atau 1721-A2 dalam bentuk fisik.

Kalau dulu pelaporannya wajib, mesti, harus ke KPP tempat WP terdaftar, kalau sekarang lebih dimudahkan lagi. Jadi kita sebagai WP cukup mendatangi KPP terdekat, atau malah kalo pas beruntung kalo pas kita jalan ke mal-mal atau pusat perbelanjaan melalui drop-box SPT *sebagai contoh Mal Pondok Indah yang setau gw tahun lalu ada drop-box penerimaan SPT nya* yang diselenggarakan oleh KPP di dekat pusat perbelanjaan tersebut. Hal ini ditujukan untuk semakin memudahkan WP OP untuk melaporkan SPT nya. Dan memang sudah seharusnya, masa iya mau memenuhi kewajiban aja pake dipersulit, kan sekarang udah jamannya modern😀

So…. bgitulah sedikit gambaran yang gw tahu tentang bagaimana melaporkan SPT kita. Oh iya, ini cuma berlaku bagi yang sudah mempunyai NPWP. Bagi yang belum dan sudah seharusnya punya, bisa mendaftarkan diri di KPP terdekat di wilayah kalian. Lumayan, dengan punya NPWP, pajak kita lebih hemat 20% serta bebas fiskal kalo ke Luar Negeri.

Trus gw sendiri gimana ? udah lapor atau belum ???
Hehe… tentunya sebelum membuat tulisan ini, gw udah lapor dong. Malu kalo udah panjang panjang buat tulisan ini malahan gw sendiri yang belum lapor SPT.

Jadi, sudahkah anda lapor SPT tahun ini ??? batas waktu terakhir sampai 31 Maret loh, jangan lupa ya🙂🙂

*tambahan link download untuk SPT (manual maupun elektronik) :

Manual format pdf

1. 1770 + petunjuk pengisian

2. 1770S + petunjuk pengisian

3. 1770 SS

Manual : format excel
1. 1770
2. 1770S
3. 1770SS

eSPT :
1. 1770
2. 1770S
3. 1770SS

mohon dikoreksi ya kalo dalam format excel nya ternyata masih ada yang kurang sesuai🙂

*jangan sampai salah gunakan formulir, baca baik2 sedikit petunjuk di atas, dan gunakan formulir tahun 2009, karena formulir tahun 2009 berbeda dengan formulir tahun sebelumnya

Single Post Navigation

7 thoughts on “sudahkah anda lapor tahun ini ??

  1. kalo salah formulir akibatnya apa kak?

  2. link mati irrr..
    ada mirror lain?

  3. untuk setiap bulan ane juga bayar pajak kerjaan,hehehe

  4. Ping-balik: efiling pph tahunan Orang Pribadi (S dan SS) « 2.3 unity

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: